Postingan

Menampilkan postingan dengan label MUNAKAHAT

Hukum Menikah Tanpa Wali dengan Mengikuti Pendapat Imam Hanafi, Sedangkan Sehari-Harinya Beramaliah Ikut Pendapat Syafi'iyah

Gambar
HASIL KAJIAN BM NUSANTARA (Tanya Jawab Hukum Online) السلام عليكم ورحمة الله وبركاته DESKRIPSI Alecia ( nama samaran ) ketika pulang dari Kampusnya dia dicegat oleh beberapa orang laki-laki kemudian memperkosanya sampai pingsan, kemudian setelah beberapa tahun karena dia sudah tidak perawan lagi setelah perkosa, Alecia menikahkan dirinya sendiri kepada orang yang mencintainya tanpa walinya.  Padahal dirinya kesehariannya amaliahnya mengikuti Syafi'iyah. PERTANYAAN : Sebagai masyarakat yang dalam kehidupan sehari-harinya mayoritas mengikuti amaliah Mazhab Syafi‘i, bagaimana hukum menikah tanpa wali dengan mengikuti pendapat Imam Hanafi? JAWABAN : Pernikahan tanpa wali dapat dinyatakan sah apabila dilaksanakan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Mazhab Hanafi. Akan tetapi, apabila sejak awal tidak terdapat niat (azam) untuk mencatatkan pernikahan tersebut di Kantor Urusan Agama (KUA), maka perbuatan tersebut dapat dihukumi haram atau berdosa karena be...

Adakah Pendapat Salah Satu Dari Imam Empat Madzhab yang Membolehkan Wanita Menikahkan Dirinya Sendiri ?

Gambar
HASIL KAJIAN BM NUSANTARA (Tanya Jawab Hukum Online) السلام عليكم ورحمة الله وبركاته DESKRIPSI Alecia ( nama samaran ) ketika pulang dari Kampusnya dia dicegat oleh beberapa orang laki-laki kemudian memperkosanya sampai pingsan, kemudian setelah beberapa tahun karena dia sudah tidak perawan lagi setelah perkosa, Alecia menikahkan dirinya sendiri kepada orang yang mencintainya tanpa walinya.  PERTANYAAN   Adakah Pendapat salah satu dari imam empat madzhab yang membolehkan wanita menikahkan dirinya sendiri ?  JAWABAN   Ada. Menurut madzhab Hanafi perempuan mukallafah (baligh dan berakal) boleh dan sah menikahkan dirinya sendiri. Jika dia menikah dengan laki laki sekufu' dengan mahar mitsil, maka sah dan luzum (walinya tidak punya hak menggugat fasakh nikah). Jika menikah dengan laki laki tidak sekufu', maka khilaf (terdapat perbedaan pendapat) : a) Ada yang mengatakah sah, tapi tidak luzum.  b) Ada yang mengatakan tidak boleh. REFERENSI   حاشية اب...

Bolehkah Wanita yang Telah Diperkosa Menikahkan Dirinya Sendiri Tanpa Walinya ?

Gambar
HASIL KAJIAN BM NUSANTARA (Tanya Jawab Hukum Online) السلام عليكم ورحمة الله وبركاته DESKRIPSI Alecia (nama samaran) ketika pulang dari Kampusnya dia dicegat oleh beberapa orang laki-laki kemudian memperkosanya sampai pingsan.  PERTANYAAN   Jika Status Alecia bukan bikr (perawan), bolehkah dia menikahkan dirinya sendiri tanpa walinya ? JAWABAN Tidak boleh dan tidak sah menurut madzhab Syafi'i.  REFERENSI تحفة المحتاج ، الجزء ٧ الصفحة ٢٣٦ - ٢٣٧ (فَصْلٌ) فِيمَنْ يَعْقِدُ النِّكَاحَ وَمَا يَتْبَعُهُ (لَا تُزَوِّجُ امْرَأَةٌ نَفْسَهَا) وَلَوْ (بِإِذْنٍ) مِنْ وَلِيِّهَا (وَلَا غَيْرُهَا) وَلَوْ (بِوِكَالَةٍ) مِنْ الْوَلِيِّ بِخِلَافِ إذْنِهَا لِقِنِّهَا أَوْ مَحْجُورِهَا وَذَلِكَ لِآيَةِ {فَلا تَعْضُلُوهُنَّ} [البقرة: ٢٣٢] إذْ لَوْ جَازَ لَهَا تَزْوِيجُ نَفْسِهَا لَمْ يَكُنْ لِلْعَضْلِ تَأْثِيرٌ وَلِلْخَبَرَيْنِ الصَّحِيحَيْنِ كَمَا قَالَهُ الْأَئِمَّةُ كَأَحْمَدَ وَغَيْرِهِ «لَا نِكَاحَ إلَّا بِوَلِيٍّ» الْحَدِيثَ السَّابِقَ «وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ أَنْكَحَتْ نَفْس...

Apakah Wali dari Wanita yang Telah Diperkosa Masih Status Mujbir (Menikahkan Wanita yang Berada di Bawah Perwaliannya Tanpa Izin) ?

Gambar
HASIL KAJIAN BM NUSANTARA (Tanya Jawab Hukum Online) السلام عليكم ورحمة الله وبركاته DESKRIPSI Alecia ( nama samaran ) ketika pulang dari Kampusnya dia dicegat oleh beberapa orang laki-laki kemudian memperkosanya sampai pingsan.  PERTANYAAN   Apakah Wali (Ayah) Alecia masih status Mujbir bagi Alecia ? JAWABAN   Dia tidak lagi berstatus wali mujbir atas Alecia karena Alecia dihukumi sebagai tsayyib menurut pendapat shahih dalam madzhab Syafi'i. REFERENSI روضة الطالبين وعمدة المفتين، الجزء ٧ الصفحة ٥٤ — النووي (ت ٦٧٦) وَسَوَاءٌ حَصَلَتِ الثُّيُوبَةُ بِوَطْءٍ مُحْتَرَمٍ أَوْ زِنًا. وَحُكِيَ عَنِ الْقَدِيمِ: أَنَّ الْمُصَابَةَ بِالزِّنَا كَالْبِكْرِ. وَالْمَذْهَبُ الْأَوَّلُ ، الى ان قال :وَلَوْ وُطِئَتْ مَجْنُونَةٌ، أَوْ مُكْرَهَةٌ، أَوْ نَائِمَةٌ، فَثَيِّبٌ عَلَى الصَّحِيحِ Artinya : Status janda (tsayyib) itu tetap berlaku / terjadi : sama saja diperoleh melalui hubungan badan yang halal maupun melalui zina. Dan dinukil dari qaul qadim : bahwa wanita yang terk...