Hukum Memasang atau Menanam Bulu Mata Palsu


HASIL KAJIAN BM NUSANTARA
(Tanya Jawab Hukum Online)

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

DESKRIPSI:

Sinta (nama samaran) yang mempunyai profesi/bisnis memasang/tanam bulu mata palsu. Pelanggannya cukup banyak, mulai masyarakat di Desanya sendiri sampai pada masyarakat Daerah lain. Penghasilannya pun cukup banyak dari Profesinya tersebut.

PERTANYAAN:

Bagaimana hukum memasang dan minta dipasangin bulu mata palsu tersebut?

JAWABAN:

Haram hukumnya memasang dan orang yang minta dipasangkan bulu mata palsu, karena termasuk merubah ciptaan Allah swt. Baik dilakukan untuk Suami atau orang lain.

REFERENSI:

حاشية العدوي على كفاية الطالب الرباني، الجزء ٢ الصحفة ٤٥٨ المكتبة الشاملة

‏(وَيُنْهَى) بِمَعْنَى وَنُهِيَ (النِّسَاءُ) نَهْيَ تَحْرِيمٍ (عَنْ وَصْلِ الشَّعْرِ وَعَنْ الْوَشْمِ) لِقَوْلِهِ - عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ -: ‌‏لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ ‏اللَّهِ

Artinya : (Dan dilarang), yang maknanya mereka telah dilarang (para wanita) dengan larangan yang bersifat haram, (untuk menyambung rambut dan untuk membuat tato), berdasarkan sabda beliau ﷺ: ‘Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang meminta disambungkan rambutnya, wanita yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, wanita yang mencabut bulu alis, serta wanita yang merenggangkan gigi untuk kecantikan, yaitu mereka yang mengubah ciptaan Allah.


فتح الباري، الجزء ١١ الصحفة ٥٧٥

ذكر فيه حديث ابن مسعود الماضي في "باب المتفلجات" قال الطبري: لا يجوز للمرأة تغيير شيء من خلقتها التي خلقها الله عليها بزيادة أن نقص التماس الحسن لا للزوج ولا لغيره كمن تكون مقرونة الحاجبين فتزيل ما بينهما توهم البلج أو عكسه، ومن تكون لها سن زائدة فتقلعها أو طويلة فتقطع منها أو لحية أو شارب أو عنفقة فتزيلها بالنتف، ومن يكون شعرها قصيراً أو حقيراً فتطوله أو تغزره بشعر غيرها، فكل ذلك داخل في النهي وهو من تغيير خلق الله تعالى

Artinya : Hadist Ibnu Mas'ud menyebutkan tentang hal ini di dalam bab mutafallijat Imam Ath-Thobari berkata : tidak boleh bagi wanita merubah sesuatu dari bentuk fisiknya yang Allah telah ciptakan untuknya baik dengan menambahkan atau mengurangi dalam rangka mencapai kecantikan, hal itu tidak boleh baik untuk menyenangi suaminya atau alasan lainnya sebagaimana wanita yang kedua alisnya menyatu lalu dihapus tengahnya demi untuk menyamarkan cerahnya wajah atau sebaliknya dan seperti orang yang punya gigi lebih kemudian dicopot atau gigi panjang kemudian dipangkas atau jenggot, kumis, rambut di wajah kemudian dicabut olehnya atau orang yang memiliki rambut pendek atau jelek kemudian dipanjangkan (disambung) atau dilebatkan (diperbanyak) dengan rambut orang lain, maka semua contoh itu masuk larangan termasuk merubah ciptaan Allah.

 قال: ويستثنى من ذلك ما يحصل به الضرر والأذية كمن يكون لها سن زائدة تؤذيها أو تؤلمها فيجوز ذلك، والرجل في هذا الأخير كالمرأة

Beliau berkata : dikecualikan dari contoh di atas adalah perkara yang menuai bahaya dan dapat menyakiti jika dibiarkan seperti kelebihan gigi yang mengganggunya atau menyakitinya maka boleh dihilangkan. Dan laki-laki pada contoh terakhir mirip perempuan

وقال النووي: يستثنى من النماص ما إذا نبت للمرأة لحية أو شارب أو عنفقة فلا يحرم عليها إزالتها بل يستحب. قلت: وإطلاقه مقيد بإذن الزوج وعلمه، وإلا فمتى خلا عن ذلك منع للتدليس. وقال بعض الحنابلة: إن كان النمص أشهر شعاراً للفواجر امتنع وإلا فيكون تنزيهاً، وفي رواية يجوز بإذن الزوج إلا إن وقع به تدليس فيحرم، قالوا ويجوز الحف والتحمير والنقش والتطريف إذا كان بإذن الزوج لأنه من الزينة

Imam Nawawi berkata : dikecualikan dari namsh (mencabut bulu wajah) adalah contoh jika wanita tumbuh jenggot atau kumis atau bulu di bawah bibir, maka tidak haram menghilangkannya bahkan Sunnah. Aku berkata : Dan kemuthlakannya tergantung izin suami dan atas sepengetahuannya. Jika suami tidak mengizinkan dan tidak tahu, maka terlarang karena ada unsur penipuan. Sebagian Hanabilah berpendapat : jika namsh lebih dikenal menjadi syiarnya orang-orang yang melakukan keburukan maka dilarang namun jika tidak maka makruh tanzih. Dalam riwayat diperbolehkan jika atas izin suaminya dan haram jika ada unsur penipuan. Mereka berkata boleh menghilangkan, memerahkan, mewarnai dan menghias (untuk rambut, kuku atau bibir) jika diizini oleh suami karena itu termasuk bersolek atau berhias.



  والله أعلم بالصواب

 و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PENANYA

Nama : Fitriyatus Sholihah
Alamat : Pegantenan Pamekasan Madura Jawa Timur

_______________________________

MUSYAWWIRIN :

Member Group WhatsApp Tanya  Jawab Hukum.

PENGURUS :

Ketua : Ust. Zainullah Al-Faqih
Wakil : Ust. Suhaimi Qusyairi
Sekretaris : Ust. Sholihin
Bendahara : Ust. Syihabuddin

TIM AHLI :

Kordinator Soal : Ust. Qomaruddin
Deskripsi masalah : Ust. Taufik Hidayat
Moderator : Ust. Zainullah Al-Faqih
Perumus : Ust. Zainul Qudsiy, Ust. Robit Subhan
Muharrir : Ust. Mahmulul Huda, Ust. Anwar Sadad
Editor : Ust. Hosiyanto Ilyas
Terjemah Ibarot : Ust. Abd. Lathif, Ust. Robit Subhan

PENASEHAT : Gus Abd. Qodir

_________________________


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Group BM Nusantara (Tanya Jawab Hukum Online)

Hukum Menjilat Farji Istri atau Memasukkan Dzakar ke Dalam Mulut Istri

Hukum Puasa Ramadhan dan Syawal Tidak Ikut Itsbat (Penetapan) Dari Pemerintah