Hukum Menjual Sate Keong
HASIL KAJIAN BM NUSANTARA
(Tanya Jawab Hukum Online)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
DESKRIPSI:
Badrun (nama samaran) merupakan pelajar kelas 3 SMP di Kabupaten Lumajang. Saat Jam istirahat Dia bersama teman-temannya ke salah satu warung yang ada disekitar Sekolah tersebut. Ketika Dia mau membeli Sate Keong (Tutut-Red Jawa), Badrun dilarang oleh teman-temannya karena Keong tersebut hukumnya haram apabila dimakan.
PERTANYAAN :
Bagaimana hukum menjual sate keong?
JAWABAN :
Boleh dan Sah akad jual belinya apabila mengikuti pendapat yang menghalalkan keong serta memenuhi syarat² jual beli.
REFERENSI :
فتح القريب، الجزء ١ الصحفة ١٦٣
اﻟﺒﻴﻮﻉ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎء: ﺃﺣﺪﻫﺎ (ﺑﻴﻊ ﻋﻴﻦ ﻣﺸﺎﻫﺪﺓ) ﺃﻱ ﺣﺎﺿﺮﺓ (ﻓﺠﺎﺋﺰ) ﺇﺫا ﻭﺟﺪﺕ اﻟﺸﺮﻭﻁ ﻣﻦ ﻛﻮﻥ اﻟﻤﺒﻴﻊ ﻃﺎﻫﺮا ﻣﻨﺘﻔﻌﺎ ﺑﻪ، ﻣﻘﺪﻭﺭا ﻋﻠﻰ ﺗﺴﻠﻴﻤﻪ، ﻟﻠﻌﺎﻗﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻻﻳﺔ. ﻭﻻ ﺑﺪ ﻓﻲ اﻟﺒﻴﻊ ﻣﻦ ﺇﻳﺠﺎﺏ ﻭﻗﺒﻮﻝ؛ ﻓﺎﻷﻭﻝ ﻛﻘﻮﻝ اﻟﺒﺎﺋﻊ ﺃﻭ اﻟﻘﺎﺋﻢ ﻣﻘﺎﻣﻪ: «ﺑﻌﺘﻚ ﻭﻣﻠﻜﺘﻚ ﺑﻜﺬا»؛ ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﻛﻘﻮﻝ اﻟﻤﺸﺘﺮﻱ ﺃﻭ اﻟﻘﺎﺋﻢ ﻣﻘﺎﻣﻪ: «اﺷﺘﺮﻳﺖ ﻭﺗﻤﻠﻜﺖ» ﻭﻧﺤﻮﻫﻤﺎ٠
Artinya : Jual beli ada 3 macam. Jual beli barang yang nampak terlihat. Hukunnya boleh, apabila memenuhi beberapa syarat antara lain: 1. Barang yang dijual adalah benda yang suci 2. Bermanfaat 3. Bisa diserah terimakan 4. Pelaku transaksi memiliki hak kuasa atas barang tersebut. Dan dalam akad jual beli harus ada ijab qobul. Adapun bentuk ucapan ijab si-penjual atau orang yang menempati kedudukan penjual contohnya "Aku jual kepadamu dengan harga sekian" atau "Aku memberikan hak kepemilikanku kepadamu dengan harga sekian" maupun kalimat lain semisalnya. Adapun bentuk qobul dari pembeli atau orang yang menempati kedudukannya contohnya : "Aku beli, Aku mau memilikinya dengan harga..." ataupun kalimat semisalnya.
حاشية الباجوري، الجزء ١ الصحفة ٣٤٣
ولايصح بيع عين نجسة) ولامتنجسة كخمر ودهن وخل متنجس ونحوه مما لايمكن تطهيره. (وقوله: ولايصح بيع عين نجسة) أي سواء أمكن تطهيرها بالإستحالة كالخمر وجلد الميتة أم لاكالسرجين والكلب ولو معلما٠ ويجوز نقل اليد عن اليد عن النجس بالدراهم كما في النزول عن الوظائف. وطريقه أن يقول المستحق به أسقطت حقي من هذا بكذا، فيقول الآخر قبلت٠ اه
Artinya : Dan tidak sah menjual benda najis seperti khomr tidak pula benda suci yang menjadi najis seperti cuka yang terkena najis dan semisalnya dari benda-benda yang terkena najis yang tidak mungkin disucikan. Tidak sah menjual benda najis baik najis yang mungkin menjadi suci karena perubahan wujud seperti khomr, atau dengan disamak seperti kulit bangkai ataupun tidak mungkin menjadi suci seperti kotoran hewan dan anjing meskipun terlatih. Dan diperbolehkan alih kuasa atas benda najis dengan diganti dirham seperti alih kuasa atas jabatan. Caranya yaitu pemilik hak mengatakan "aku melepaskan hakku atas benda ini dengan ganti sekian" kemudian pihak ke-2 mengatakan "saya terima". Selesai !
الصواعق المحرقة للأوهام الكاذبة في بيان حل البلوت والرد على من حرمه، الصحفة ١٣
٠(وأما الخاتمة) ففي أمور مهمة منها أنه لما ذكر المحرم للبلوت في آخر كلامه استطرادا تحريم الكيوغ (۱) والتوتوت والرميس (لتوهمه) أنها مثل البلوت من الحيوانات التي تعيش في البر والبحر دائما من غير نقل من كلام الفقهاء وهذه الثلاثة أيضا مما يكثر السؤال عنها ايضا فلابد لنا من نقل كلام الفقهاء الذى يدل على حل هذه الثلاثة بعمومه أو بخصوصه
Artinya : Adapun penutup, maka di dalamnya terdapat beberapa perkara penting : Di antaranya, ketika ulama yang mengharamkan belut itu pada akhir pembicaraannya secara sambil lalu menyebutkan pula keharaman keong, tutut, dan remis (sekelompok kerang-kerangan kecil yang hidup di dasar perairan) karena ia menyangka bahwa ketiganya seperti belut, yakni termasuk hewan yang hidup di darat dan di laut secara terus-menerus tanpa menukil pendapat para fuqaha. Padahal ketiga jenis ini juga sering ditanyakan hukumnya. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk menukil perkataan para fuqaha yang menunjukkan kehalalan ketiganya, baik secara umum maupun khusus.
الصواعق المحرقة للأوهام الكاذبة في بيان حل البلوت والرد على من حرمه، الصحفة ١٤-١٥
قال في النهاية وأما الدنيلس فالمعتمد حله كما جرى عليه الدميرى وافتی به ابن عدلان وائمة عصره وأفتى به الوالد رحمه الله تعالى وقال في المغنى لما نقل إفتاء ابن عدلان بحله وهذا هو الظاهر وهذه نصوص الفقهاء في أنواع الصدف الداخل فيها الرميس والتوتوت والكيوع فعلى كلام المجموع وابن عدلان وأئمة عصره والدميرى والشهاب الرملى ومحمد رملي والخطيب في المغنى فالرميس والتوتوت والكيوغ حلال لأنها مثل الدنياس الذي اتفقوا على حله وداخل في أنواع الصدف الذي ظاهر كلام المجموع على حله وعلى كلام ابن عبد السلام والزركشي و ابن حجر في الفتاوى الكبرى والتحفة فالمذكورات حرام فيجوز للناس أكلها تقليدا للذين قالوا بحله و الأولى تركه احتياطا وأما الإفتاء بتحريمها من غير نقل من كلامهم فلا يجوز لمن لم يبلغ رتبة الإفتاء كامثالنا والله أعلم
Artinya : Dalam kitab Nihayatul Muhtaj Syekh Romli menyebutkan bahwa pendapat yang mu‘tamad mengenai duniylās adalah halal hukumnya, sebagaimana dipegang oleh ad-Damiri, dan difatwakan oleh Ibnu ‘Adlan dan para imam sezamannya, dan juga difatwakan oleh ayah saya (Syekh Syihab Ar Romli). Dan dalam kitab Mughni, setelah Syekh Khotib menukil fatwa Ibnu ‘Adlan tentang kehalalannya, maka beliau menyatakan : “Inilah adalah pendapat yang tampak kuat.” Inilah nash-nash para fuqaha tentang jenis-jenis kerang, yang di dalamnya termasuk remis, tutut, dan keong.
Maka berdasarkan pendapat dalam kitab al-Majmu‘, serta pendapat Ibnu ‘Adlan dan para imam sezamannya, Ad-Damiri, Syihab Ar-Ramli, Muhammad Ramli, serta Al-Khatib dalam Al-Mughni, maka remis, tutut, dan keong hukumnya adalah halal, karena dianggap seperti dunylās yang telah mereka sepakati kehalalannya dan termasuk dalam jenis-jenis kerang (ṣadaf) yang secara zahir dalam Al-Majmū’ dinyatakan halal.
Namun menurut pendapat Syekh Ibnu ‘Abdissalam, Az-Zarkasyi, serta Ibnu Hajar dalam Al-Fatawa Al-Kubra dan At-Tuhfah, maka semua hewan yang disebutkan di atas tadi hukumnya adalah haram. Dengan demikian, masyarakat boleh mengonsumsinya dengan mengikuti (taqlid kepada) pendapat yang menyatakan halal. Akan tetapi, yang lebih utama adalah meninggalkannya sebagai bentuk kehati-hatian. Adapun berfatwa mengharamkan nya, tanpa mengutip pernyataan para ulama di atas mk itu tidak diperbolehkan bagi seorang yang belum sampai derajat mufti seperti kita. Wallohu a'lam
والله أعلم بالصواب
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
PENANYA
Nama : Moh. Hidayatullah
Alamat : Kedungjajang Lumajang
__________________________________
MUSYAWWIRIN
Anggota Grup BM Nusantara (Tanya Jawab Hukum Online)
PENASIHAT
Habib Ahmad Zaki Al-Hamid (Kota Sumenep, Madura)
PENGURUS
Ketua: Ustadz Zainullah Al-Faqih (Umbul Sari, Jember, Jawa Timur)
Wakil: Ustadz Taufik Hidayat (Pegantenan, Pamekasan, Madura)
Sekretaris: Ustadz Moh. Kholil Abdul Karim (Karas, Magetan, Jawa Timur)
Bendahara: Ustadz Supandi (Pegantenan, Pamekasan, Madura)
TIM AHLI
Kordinator Soal: Ustadz Qomaruddin (Umbul Sari, Jember, Jawa Timur), Ustadz Faisol Umar Rozi (Proppo, Pamekasan, Madura)
Deskripsi Masalah: Ustadz Faisol Umar Rozi (Proppo, Pamekasan, Madura)
Moderator: Ustadz Hosiyanto Ilyas (Jrengik, Sampang, Madura)
Perumus: Ustadz Taufik Hidayat (Pegantenan, Pamekasan, Madura)
Muharrir: Kyai Mahmulul Huda (Bangsal Sari, Jember, Jawa Timur), K.H. Abdurrohim (Maospati, Magetan, Jawa Timur)
Editor: Ustadz Taufik Hidayat (Pegantenan, Pamekasan, Madura)
Terjemah Ibarot : Ustadz Rahmatullah Metuwah (Babul Rahmah, Aceh Tenggara, Aceh), Ustadz Ahmad Marzuki (Cikole, Sukabumi, Jawa Barat), Kyai Muntahal 'Ala Hasbullah (Giligenting, Sumenep, Madura), Gus Robbit Subhan (Balung, Jember, Jawa Timur), Ustadz Ahmad Alfadani (Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur), Ustadz Abdurrozaq (Wonokerto, Pekalongan, Jawa Tengah), Ustadzah Lusy Windari (Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah)
Mushohhih terjemahan : K.H. Abdurrohim (Maospati, Magetan, Jawa Timur)
________________________________________
Keterangan:
1) Pengurus adalah orang yang bertanggung jawab atas grup ini secara umum.
2) Tim ahli adalah orang yang bertugas atas berjalannya grup ini.
3) Bagi para anggota grup yang memiliki pertanyaan diharuskan untuk menyetorkan soal kepada koordinator soal dengan via japri, yakni tidak diperkenankan -sharing- soal di grup secara langsung.
4) Setiap anggota grup boleh usul atau menjawab walaupun tidak berreferensi. Namun, keputusan tetap berdasarkan jawaban yang berreferensi.
5) Dilarang -posting- iklan/video/kalam-kalam hikmah/gambar yang tidak berkaitan dengan pertanyaan, sebab akan mengganggu berjalannya diskusi.
Komentar
Posting Komentar